CoretanKu
Berawal dari Memulainya Sikap Sosial yang dulunya aku seorang Introvert. Di mana ruang lingkup kehidupanku hanya berada di lingkungan rumahku dan keluargaku.
Namun semua itu telah berlalu dan aku pun mulai keluar dari zona "Menyendiriku" Dan berusaha bersosialisasi. Berbincang dengan teman, membahas hal-hal yang tidak begitu penting, tertawa, bercanda, ya Itu menyenangkan sekali. Sempat aku berpikir jika dulu aku telah menyianyiakan suasana bahagia seperti ini karna aku seseorang yang pendiam, tidak bisa bergaul, malu untuk berpendapat dan lain sebagainya. Sebenarnya tidak ada akibat tanpa sebab. Yaaa... (Aku ingat sekali) (Kembali ke masa kecilku) ketika aku masih kecil aku selalu riang, tertawa lepas, berani, dan mudah bergaul (walau situasi dan keadaan tidak pernah membuatku untuk tertawa) didikan dari ayah dan ibuku membuatku merasa aku tidak pernah di sayang, tidak seperti teman-temanku yang lain, selalu di berikan perhatian, di berikan apapun yang dia inginkan, berpakaian bagus, memaikai jam, sepatu yang bagus, kauskaki yang bersih dan lain sebagainya. Aku tidak pernah mendapatkan itu semua (bisa memakai sepatu saja aku sudah beruntung, seragam yang itu-itu saja juga beruntung) ada timbul rasa iri dalam hati namun ketika itu aku selalu berpikir "ya udah lah ya.. Mereka mah punya uang, aku mah bisa jajan saja alhamdulillah" (Dari dulu hingga kini aku selalu menyimpan apapun sendiri entah rasa sakit, takut, iri, benci, amarah, cinta dll, rasanya enggan untuk berbagi karna aku takut. Enth takut terhadap apa!). Baiklah itu adalah masa Sekolah Dasar ku.
Berlanjut . . . Saat aku mulai menginjakkan kaki di SMP, rasa percaya diriku hilang!. Disini lah aku mulai banyak berpikiran positif dan negatif terhadap sesuatu, dulu aku sangat amat tidak di percaya oleh ayahku, main dengan teman sebaya pun aku dilarang (kalau ingin bermain aku harus sembunyi-sembunyi) ayahku selalu melarang aku melakukan hal-hal yang aku sukai dan gemari, aku harus mengikuti apapun yang beliau perintahkan kalau tidak menurutinya ya tahu lah akibatnya?? (Tidak diberi uang jajan, didiem-in selama beberapa hari, dimarahin pasti!, ya itulah ayahku (dulu).
"Kalau kalian bisa memahami dan berpikir dengan cepat pastinya kalian tahu sebab dari akibat seorang aku menjadi Introvert"
Yaa . . . Semua rasa percaya diriku hilang ketika aku mulai di bentak, di kata-kata in kasar dan di Banding-bandingkan dengan temanku yang lainnya yang lebih berprestasi dan selalu nurut.
Dari dulu ketika aku mulai di larang melakukan ini dan itu aku tahu kenapa ayahku melakuka itu semua, hal pasti adalah bukan ketika ayahku masih seusiaku melakukan hal yang sama sepertiku, akan tetapi didikan yang di berikan oleh orang tua ayahku juga seperti itu. Ya seperti dendam sih hanya tidak langsung!.
Bersambung . . . . . . . . .
Berawal dari Memulainya Sikap Sosial yang dulunya aku seorang Introvert. Di mana ruang lingkup kehidupanku hanya berada di lingkungan rumahku dan keluargaku.
Namun semua itu telah berlalu dan aku pun mulai keluar dari zona "Menyendiriku" Dan berusaha bersosialisasi. Berbincang dengan teman, membahas hal-hal yang tidak begitu penting, tertawa, bercanda, ya Itu menyenangkan sekali. Sempat aku berpikir jika dulu aku telah menyianyiakan suasana bahagia seperti ini karna aku seseorang yang pendiam, tidak bisa bergaul, malu untuk berpendapat dan lain sebagainya. Sebenarnya tidak ada akibat tanpa sebab. Yaaa... (Aku ingat sekali) (Kembali ke masa kecilku) ketika aku masih kecil aku selalu riang, tertawa lepas, berani, dan mudah bergaul (walau situasi dan keadaan tidak pernah membuatku untuk tertawa) didikan dari ayah dan ibuku membuatku merasa aku tidak pernah di sayang, tidak seperti teman-temanku yang lain, selalu di berikan perhatian, di berikan apapun yang dia inginkan, berpakaian bagus, memaikai jam, sepatu yang bagus, kauskaki yang bersih dan lain sebagainya. Aku tidak pernah mendapatkan itu semua (bisa memakai sepatu saja aku sudah beruntung, seragam yang itu-itu saja juga beruntung) ada timbul rasa iri dalam hati namun ketika itu aku selalu berpikir "ya udah lah ya.. Mereka mah punya uang, aku mah bisa jajan saja alhamdulillah" (Dari dulu hingga kini aku selalu menyimpan apapun sendiri entah rasa sakit, takut, iri, benci, amarah, cinta dll, rasanya enggan untuk berbagi karna aku takut. Enth takut terhadap apa!). Baiklah itu adalah masa Sekolah Dasar ku.
Berlanjut . . . Saat aku mulai menginjakkan kaki di SMP, rasa percaya diriku hilang!. Disini lah aku mulai banyak berpikiran positif dan negatif terhadap sesuatu, dulu aku sangat amat tidak di percaya oleh ayahku, main dengan teman sebaya pun aku dilarang (kalau ingin bermain aku harus sembunyi-sembunyi) ayahku selalu melarang aku melakukan hal-hal yang aku sukai dan gemari, aku harus mengikuti apapun yang beliau perintahkan kalau tidak menurutinya ya tahu lah akibatnya?? (Tidak diberi uang jajan, didiem-in selama beberapa hari, dimarahin pasti!, ya itulah ayahku (dulu).
"Kalau kalian bisa memahami dan berpikir dengan cepat pastinya kalian tahu sebab dari akibat seorang aku menjadi Introvert"
Yaa . . . Semua rasa percaya diriku hilang ketika aku mulai di bentak, di kata-kata in kasar dan di Banding-bandingkan dengan temanku yang lainnya yang lebih berprestasi dan selalu nurut.
Dari dulu ketika aku mulai di larang melakukan ini dan itu aku tahu kenapa ayahku melakuka itu semua, hal pasti adalah bukan ketika ayahku masih seusiaku melakukan hal yang sama sepertiku, akan tetapi didikan yang di berikan oleh orang tua ayahku juga seperti itu. Ya seperti dendam sih hanya tidak langsung!.
Bersambung . . . . . . . . .

Komentar
Posting Komentar